Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pandji Ungkap Isi Buku Mens Rea yang akan Rilis April 2026, Apa Itu?
Advertisement . Scroll to see content

Pandji Pragiwaksono Ambil Hikmah dari Kasus Toraja, Janji Hati-hati Menulis Materi Stand Up

Senin, 09 Maret 2026 - 18:01:00 WIB
Pandji Pragiwaksono Ambil Hikmah dari Kasus Toraja, Janji Hati-hati Menulis Materi Stand Up
Mengambil hikmah dari kasus penghinaan terhadap masyarakat Toraja, Pandji Pragiwaksono akan lebih berhati-hati dalam menulis materi stand up comedy ke depan. Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Komika Pandji Pragiwaksono mengambil hikmah dari kasus dugaan penghinaan terhadap masyarakat Toraja, Sulawesi Selatan yang menjeratnya. Pandji Pragiwaksono mengaku akan lebih berhati-hati dalam menulis materi stand up comedy ke depan.

Kasus tersebut saat ini masih ditangani oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri. Pandji kembali menjalani pemeriksaan lanjutan terkait laporan tersebut pada Senin (9/3/2026).

Usai menjalani pemeriksaan, Pandji mengatakan pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting baginya. Dia berkomitmen untuk lebih teliti dalam menyusun materi komedi agar tidak menyinggung pihak lain.

"Saya sudah berkomitmen juga untuk lebih baik lagi dalam menulis joke, materi stand up komedi," kata Pandji Pragiwaksono di Bareskrim Mabes Polri, Senin (9/3/2026).

Meski tengah menghadapi proses hukum, Pandji tetap yakin kasus tersebut akan menemukan titik terang. Dia memilih mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan hingga selesai.

Menurutnya, setiap perkara harus diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku. Pandji pun mengaku percaya proses hukum akan memberikan kejelasan atas persoalan tersebut.

"Saya sih sama saja dalam arti saya percaya bahwa semua ini akan ketemu titik terangnya. Saya lewati prosesnya saja. Saya percaya dengan proses yang berjalan," ujar dia.

Di balik polemik yang terjadi, Pandji justru mengaku mendapatkan pengalaman berharga saat berkunjung langsung ke Toraja. Dia bahkan merasa bersyukur bisa berinteraksi dengan masyarakat adat setempat.

Menurut Pandji, pengalaman mengikuti proses sidang adat menjadi salah satu momen yang sangat berkesan dalam hidupnya. Dia menilai tradisi yang dijalankan masyarakat Toraja memiliki nilai budaya yang sangat kuat.

"Menurut saya pengalaman saya di Toraja adalah salah satu pengalaman yang sangat berkesan, melewati proses sidang yang adil dan demokratis dan senang bisa terlibat dari sebuah tradisi yang sudah berjalan selama ribuan tahun," kata dia.

Kasus ini bermula dari materi stand up comedy Pandji yang menyinggung ritual pemakaman adat Rambu Solo di Toraja. Candaan tersebut kemudian menuai protes karena dianggap menyinggung masyarakat setempat.

Sebagai bentuk penyelesaian secara adat, Pandji kemudian menjalani sidang adat di Tana Toraja. Dalam proses tersebut, kedua belah pihak menyampaikan permintaan maaf untuk meredakan polemik yang sempat terjadi.

Pandji juga telah menjalani sanksi adat yang diputuskan dalam sidang tersebut. Pada 10 Februari 2026, dia menjalani denda adat berupa satu ekor babi dan lima ekor ayam di Tana Toraja.

Meski telah menjalani sanksi adat, proses hukum atas laporan dugaan penghinaan tersebut masih berjalan di Bareskrim Polri. Pandji menegaskan dirinya akan tetap kooperatif mengikuti setiap tahapan yang dijalankan oleh penyidik.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut