Meisya Siregar Cemas Transit di Dubai usai Umrah, Minta Doa di Tengah Perang AS-Iran
Maskapai penerbangan dan otoritas bandara juga belum dapat memastikan kapan operasional penerbangan akan kembali normal. Banyak penerbangan yang ditunda karena kondisi keamanan wilayah udara dinilai tidak stabil.
Kekacauan penerbangan terjadi setelah gelombang serangan militer menargetkan sejumlah lokasi strategis di Iran. Situasi ini meningkatkan potensi serangan balasan yang dapat membahayakan jalur penerbangan sipil.
Akibat kondisi tersebut, beberapa negara di kawasan Timur Tengah mengambil langkah cepat dengan menutup ruang udara mereka. Negara-negara seperti Iran, Irak, Kuwait, Israel, dan Bahrain menghentikan sementara seluruh penerbangan sipil.
Penutupan ruang udara dilakukan sebagai langkah pencegahan untuk melindungi pesawat serta penumpang dari risiko konflik militer. Wilayah udara di atas kawasan konflik dinilai sangat berbahaya karena adanya kemungkinan serangan balasan atau kesalahan tembak.
Selain itu, beberapa bandara internasional besar di Timur Tengah juga terdampak pembatasan operasional. Bandara Internasional Dubai, Abu Dhabi International Airport, serta Bandara Doha di Qatar dilaporkan menutup atau membatasi aktivitas penerbangan mereka.