Jeritan Hati Nikita Mirzani dari Balik Jeruji Ditulis dalam Secarik Surat, Ini Isinya
Dalam surat itu, Nikita juga mempertanyakan makna keadilan yang menurutnya telah merenggut hak seorang ibu untuk bersama anak-anaknya.
"Apakah keadilan memang sesempit ini? Hingga tega memisahkan seorang ibu dari anak-anaknya demi sebuah ego kekuasaan?" ujarnya.
Meski berada dalam situasi sulit, dia menegaskan tidak akan menyerah. Dia memohon agar pihak-pihak terkait melihat dampak dari kasus ini terhadap anak-anaknya yang disebut tidak berdosa.
"Saya mungkin bisa dipenjara, tapi saya tidak akan pernah menyerah pada ketidakadilan ini. Saya hanya memohon, lihatlah anak-anak saya," tulisnya.
Sebagai penutup, Nikita mempertanyakan sampai kapan proses hukum yang dia sebut sebagai 'sandiwara' itu akan berakhir.
"Satu tahun adalah waktu yang terlalu lama untuk sebuah ketidakbenaran. Sampai kapan sandiwara hukum ini akan berakhir?" katanya.
Seperti diketahui, Nikita Mirzani telah dihukum 6 tahun penjara dalam kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Saat ini dia menjalani masa hukuman di Rutan Pondok Bambu.
Editor: Muhammad Sukardi