Diet Intermittent untuk Penderita GERD, Aman atau Berbahaya?
Meski demikian, dr Tirta mengingatkan metode ini tidak berlaku untuk semua penderita GERD. Bagi mereka yang memiliki kondisi asam lambung kronis atau cukup parah, intermittent fasting justru tidak dianjurkan karena berisiko memperburuk kondisi.
“Kurang dianjurkan untuk orang yang mengalami gangguan asam lambung yang kronis. Otomatis kalau pada penderita seperti ini harus dianjurkannya itu makan sering tapi sedikit,” ujar.
Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi tubuh masing-masing sebelum memutuskan menjalani diet tertentu. Menurutnya, setiap orang memiliki metabolisme dan karakter tubuh berbeda, sehingga tidak semua metode diet cocok untuk semua orang.
“Intermated fast, diet karnivore, diet vegetarian selalu kenali metabolisme tubuhmu dan karakter tubuhmu,” ucapnya.
Sebab itu, penting bagi masyarakat untuk tidak sekadar mengikuti tren diet tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung.