Beri Penghormatan untuk Kaum Hawa, Ludruk Perempuan-Perempuan Pilihan Hadirkan Sosok Transpuan
Demi menyampaikan pesan soal itu, Agus benar-benar menghadirkan sosok transpuan. Merlyn Sopjan, seorang aktivis kesetaraan hak kelompok waria pun digandeng oleh Agus Noor untuk ikut membintangi ludruk 'Perempuan-Perempuan Pilihan' ini.
Dukung Kebaya sebagai Warisan Budaya Indonesia, Maylana Togas Kontjoro: Ratusan Komunitas Berjuang untuk Ini
"Ini harus transgender yang menyuarakan bagaimana dari zaman ke zaman, apapun masalahnya kalau ada persoalan, kawan-kawan ini selalu disudutkan, dipojokkan" katanya.
Agus Noor juga memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya memilih Merlyn Sopjan dari sekian transpuan yang ada di Indonesia. Dia menilai Merlyn sebagai sosok yang paham betul akan persoalan kaum transpuan.
"Saya lihat sangat pintar dalam membaca dan memahami persoalan yang dihadapi oleh komunitasnya. Saya kira Merlyn cocok untuk mewakili" ucap Agus.
Sementara itu, pertunjukan dari Indonesia Kita berjudul "Perempuan-Perempuan Pilihan" mengisahkan tentang kehidupan suatu negara yang makmur dan sejahtera berkat pemerintahan yang dipimpin oleh para perempuan. Pemimpin negara, politisi, hakim, birokrat, pegawai, semuanya perempuan. Bahkan seluruh penduduk negeri itu adalah perempuan.
Dunia yang tenang dan nyaman tapa laki-laki dan tulah zaman keemasan perempuan. Tapi ketenangan dan kenyamanan itu mendadak terguncang: ada yang hamil.
Ludruk ini dibintangi oleh Rosiana Silalahi, Rieke Diah Pitaloka, Cak Lontong, Dira Sugandi. Ludruk berlangsung pada 16-17 September, di Teater Besar di Taman Ismail Marzuki.
Editor: Elvira Anna