Beri Penghormatan untuk Kaum Hawa, Ludruk Perempuan-Perempuan Pilihan Hadirkan Sosok Transpuan
JAKARTA, iNews.id – Sutradara Agus Noor menghadirkan ludruk bertajuk Perempuan-Perempuan Pilihan. Sesuai dengan namanya, seni peran satu ini disuguhkan demi menghargai kembali sosok perempuan dalam kehidupan.
Menurut Agus sebagai sutradara sekaligus penulis naskah, kaum perempuan kerap kali dimarjinalkan dan tak jarang perannya kurang dihargai.
"Lakon ini sesungguhnya ingin mengupayakan penghormatan kita kepada peran peran perempuan, itu saja,” ujar Agus saat ditemui di Taman Ismail Marzuki , Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2022).
Selain menyuarakan sosok perempuan tulen, Agus Noor juga menaruh fokus lebih pada kaum transpuan. Tak bisa dipungkiri, mereka kerap kali menjadi korban diskriminasi.
Festival Kebudayaan Yogyakarta Digelar di Pedestrian Malioboro
"Di antara perjuangan perempuan, ada perjuangan sosial politik juga, kesetaraan gender, juga kesadaran untuk pilihan seksualitas." kata Agus.
Demi menyampaikan pesan soal itu, Agus benar-benar menghadirkan sosok transpuan. Merlyn Sopjan, seorang aktivis kesetaraan hak kelompok waria pun digandeng oleh Agus Noor untuk ikut membintangi ludruk 'Perempuan-Perempuan Pilihan' ini.
Dukung Kebaya sebagai Warisan Budaya Indonesia, Maylana Togas Kontjoro: Ratusan Komunitas Berjuang untuk Ini
"Ini harus transgender yang menyuarakan bagaimana dari zaman ke zaman, apapun masalahnya kalau ada persoalan, kawan-kawan ini selalu disudutkan, dipojokkan" katanya.
Agus Noor juga memiliki alasan tersendiri mengapa dirinya memilih Merlyn Sopjan dari sekian transpuan yang ada di Indonesia. Dia menilai Merlyn sebagai sosok yang paham betul akan persoalan kaum transpuan.
"Saya lihat sangat pintar dalam membaca dan memahami persoalan yang dihadapi oleh komunitasnya. Saya kira Merlyn cocok untuk mewakili" ucap Agus.
Sementara itu, pertunjukan dari Indonesia Kita berjudul "Perempuan-Perempuan Pilihan" mengisahkan tentang kehidupan suatu negara yang makmur dan sejahtera berkat pemerintahan yang dipimpin oleh para perempuan. Pemimpin negara, politisi, hakim, birokrat, pegawai, semuanya perempuan. Bahkan seluruh penduduk negeri itu adalah perempuan.
Dunia yang tenang dan nyaman tapa laki-laki dan tulah zaman keemasan perempuan. Tapi ketenangan dan kenyamanan itu mendadak terguncang: ada yang hamil.
Ludruk ini dibintangi oleh Rosiana Silalahi, Rieke Diah Pitaloka, Cak Lontong, Dira Sugandi. Ludruk berlangsung pada 16-17 September, di Teater Besar di Taman Ismail Marzuki.
Editor: Elvira Anna