Alasan Eks ART Erin Wartia Pilih Jalur Damai
"Saya mintanya ya haknya saya, kayak handphone, gaji yang 28 hari gitu, sama baju saya, dompet saya kan masih ada di sana semua," tegasnya.
Kuasa hukum Herawati, Deolipa Yumara, menilai konflik yang terjadi sebenarnya masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Dia menyebut perselisihan tersebut berawal dari kesalahpahaman antara pemberi kerja dan pekerja.
"Saya menganggap ini sebenarnya persoalan yang masih bisa diselesaikan secara baik. Jadi ini artinya adalah kesalahpahaman biasa antara pemberi kerja dengan pekerja," ujar Deolipa.
Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Natalius Bangun, menegaskan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud apabila kedua belah pihak sepakat untuk saling mencabut laporan polisi. Selain itu, hak-hak Herawati juga harus dipenuhi sebagai bagian dari kesepakatan damai.
"Bilamana kemudian perdamaian yang dimaksud dapat disepakati, ya salah satunya tentu saling cabut laporan masing-masing, saling memaafkan, kemudian apa yang menjadi hak klien kami diberikan," kata Natalius.
Meski memilih membuka pintu damai, Herawati mengaku masih menyimpan trauma atas kejadian yang dialaminya. Bahkan, dia mengaku belum siap kembali bekerja sebagai ART karena takut mengalami perlakuan serupa dari majikan lain.
"Sangat trauma saya. Takutnya dapat majikan yang main tangan lagi. Saya belum siap kerja sekarang. Terus kayak udah malu, kan dia udah main buka-bukaan di media kan tentang kejelekan saya," ujar Herawati.
Editor: Dani M Dahwilani