Teks Khutbah Jum'at tentang Bulan Syaban agar Semakin Semangat Beribadah
Hadirin jamaah Jum'ah rahimakullah
Alhamdulillah, hari ini kita semua masih bertemu bulan Syaban. Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah. Secara bahasa, kata 'Syaban' mempunyai arti 'berkelompok'. Nama ini disesuaikan dengan tradisi bangsa Arab yang berkelompok mencari nafkah pada bulan itu.
Syaban termasuk bulan yang dimuliakan Rasulullah SAW. Terbukti beliau berpuasa pada bulan ini. Usamah berkata pada Rasulullah SAW., "Wahai Rasulullah, saya tidak melihat Rasul melakukan puasa (sunah) sebanyak yang Rasul lakukan dalam bulan Syaban." Rasul menjawab "Bulan Syaban adalah bulan antara Rajab dan Ramadhan yang dilupakan oleh kebanyakan orang." HR An Nasa'i dan Abu Dawud.
Dalam riwayat lain disebutkan "Bulan itu (Syaban), yang berada di antara Rajab dan Ramadhan adalah bulan yang dilupakan manusia, dan ia adalah bulan yang diangkat padanya amal ibadah kepada Tuhan Seru Sekalian Alam, maka aku suka amal ibadahku diangkat ketika aku berpuasa." HR An-Nasa'i.
Hadirin jamaah Jumah rahimakumullah
Syaban juga mempunyai makna "Jalan setapak menuju puncak". Artinya, bulan Syaban adalah bulan persiapan yang disediakan Allah untuk menapaki dan menjelajahi keimanan, sebagai persiapan menghadapi puncak bulan Ramadhan.
Meniti jalan menuju puncak bukan lah hal yang mudah. Sebagaimana mendaki gunung, butuh latihan dan persiapan yang matang. Begitu pula meniti puncak di bulan Syaban, tentunya butuh kesungguhan hati dan niat yang suci serta siap bersusah payah. Kepayahan itu akan lebih terasa ketika kita berpuasa di bulan Syaban, Namun, kepayahan itu akan dibalas dengan pahala yang sangat besar.