Dengan kata lain, kalian akan mendapatkan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar mencintai Allah, yaitu dicintai oleh Allah. Ini merupakan derajat yang jauh lebih agung.
Sebagian ulama dan orang bijak berkata,
لَيْسَ الشَّأْنُ أَنْ تُحِبَّ، إِنَّمَا الشَّأْنُ أَنْ تُحَبَّ.
“Yang menjadi tujuan bukanlah engkau mencintai, melainkan engkau dicintai.”
Kemudian Allah menutup ayat tersebut dengan firman-Nya,
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Maksudnya, dengan mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, semua keutamaan tersebut akan kalian peroleh—karena keberkahan peran beliau sebagai utusan Allah. Demikian penjelasan ini disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir rahimahullah.
Di antara bentuk yang bisa kita ikuti dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah berqurban. Hukum qurban adalah sunnah ‘ain untuk individu dan sunnah kifayah untuk satu keluarga.