Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Doa Ziarah Kubur Orang Tua Saat Lebaran Idul Fitri yang Perlu Diamalkan Umat Muslim
Advertisement . Scroll to see content

Tata Cara Ziarah Wali, Muslim Wajib Tahu Hukum dan Adabnya!

Sabtu, 13 Januari 2024 - 11:00:00 WIB
Tata Cara Ziarah Wali, Muslim Wajib Tahu Hukum dan Adabnya!
Tata cara ziarah wali (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

“Dahulu aku melarang kalian berziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah” [HR. Muslim no. 977. Lihat Bahjatun Nazhirin (1/583)]

Berikut ini adalah tata cara ziarah wali yang dapat dijadikan pedoman:

Tata Cara Ziarah Wali

1. Meluruskan niat

Sebelum berangkat ziarah, luruskan niat Anda bahwa Anda hanya bermaksud untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT, bukan untuk meminta sesuatu kepada penghuni kubur atau menganggap mereka sebagai perantara. Niatkan juga untuk mendoakan para wali dan mengambil faedah dari kisah mereka.

2. Berwudhu

Sebaiknya berwudhu terlebih dahulu sebelum memasuki area pemakaman, agar doa yang dipanjatkan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Wudhu juga merupakan syarat untuk shalat, yang bisa dilakukan sebagai tanda penghormatan kepada Allah SWT dan penghuni kubur.

3. Memberi salam dan mendoakan penghuni kubur

Ketika sampai di makam wali yang ingin diziarahi, berikan salam kepada penghuni kubur.

4. Tidak melakukan hal-hal yang dilarang

Dalam ziarah wali, ada beberapa hal yang harus dihindari, karena bertentangan dengan syariat Islam, seperti meminta sesuatu kepada penghuni kubur, menganggap mereka sebagai perantara atau penyembuh, menyembelih hewan kurban di makam, menempelkan benda-benda di makam, atau melakukan tindakan-tindakan yang berbau syirik dan bid’ah. 

Hal-hal tersebut tidak ada dalilnya dari Al-Qur’an dan Sunnah, bahkan bisa mengurangi pahala atau menimbulkan dosa. Oleh karena itu, hendaklah kita menjaga kesucian akidah kita dan menghormati para wali dengan cara yang benar.

Adab Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

Dalam Islam, terdapat adab saat kita berziarah kubur. Hal ini berlaku secara umum. Baik itu ke makam wali, atau orang biasa. Berikut ini adalah adab ziarah kubur: 

1. Mengingat Tujuan Utama Berziarah

Adab pertama ziarah kubur adalah selalu mengingat tujuan utamanya, yakni untuk mengambil pelajaran dan merenung tentang kematian.

Imam Ash Shan’ani rahimahullah berkata : “Semua hadits di atas menunjukkan akan disyari’atkannya ziarah kubur dan menjelaskan hikmah dari ziarah kubur, yakni untuk mengambil pelajaran seperti di dalam hadits Ibnu Mas’ud (yang artinya) : “Karena di dalam ziarah terdapat pelajaran dan peringatan terhadap akhirat dan membuat zuhud terhadap dunia”. Jika tujuan ini tidak tercapai, maka  ziarah tersebut bukanlah ziarah yang diinginkan secara syari’at” [Lihat Subulus Salaam (1/502), Maktabah Syamilah]

2. Tidak Boleh Melakukan Safar untuk Berziarah

Berdasarkan hadits Nabi, dilarang melakukan perjalanan jauh kecuali ke tiga masjid utama: Masjidil Haram, Masjid Rasul, dan Masjidil Aqsha.

Berikut ini bunyi sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut