Tata Cara Menguburkan Jenazah Sesuai Ajaran Islam
2. Kuburan harus digali dalam, luas dan bagus
Pada bagian kanan jenazah yang mengarah kiblat dibuat lahat (galian di pojok kanan bawah memanjang dari bagian kepala ke kaki). Lahd lebih baik daripada syaq (galian yang sama namun letaknya ditengah bukan di pojok kanan)
3. Arah masuk jenazah sebaiknya dari arah kaki kemudian terus maju ke arah kepalanya.
5. Membaca Doa saat Memasukkan Jenazah ke Liang Lahat
بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ
Bismillaah wa ‘alaa millati rasuulillaah.
Artinya, “Dengan nama Allah dan atas agama rasul-Nya.”
Dalam redaksi lain disebutkan
بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ
Bismillahi Wa Billahi wa 'alaa millati rasulillah
4. Jenazah diletakkan miring ke kanan menghadap kiblat dan menyandarkan tubuh sebelah kiri ke dinding kubur.
5. Dianjurkan untuk menaruh tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan.
6. Melepas simpul tali pengikat kain kafan.
7. Mengumandangkan Adzan
Setelah simpul tali kain kafan dibuka dianjurkan untuk mengumandangkan adzan.
Dalam Madzhab Syafi'i, membolehkan dan bahkan menganjurkan adzan mayit ketika dimasukan ke liang lahat dan setelah dibukankan ikatan-ikatan kain kafannya. Alasannya bahwa itu diqiyaskan dengan adzan bagi bayi yang baru lahir.
7. Khusus jenazah perempuan ada anjuran untuk membentangkan kain di atas kubur pada saat proses penguburan.