Surat Al Kahfi Juga Disebut Ashabul Kahfi yang Artinya Para Penghuni Gua, Begini Kisahnya
Ketika memasuki gua dan bersembunyi dari kejaran kaumnya, mereka seraya memohon kepada Allah rahmat dan kelembutan-Nya kepada mereka.
"Wahai Rabb kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisiMu”, yaitu berikan kepada kami rahmat dari sisiMu, dengan mengasihani kami dan melindungi kami dari kaum kami. “Dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”, yaitu jadikan petunjuk sebagai hasil akhir bagi kami. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Husain bin Arthah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa,
اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
“Ya Allah, baguskanlah setiap akhir urusan kami, dan selamatkanlah dari kebinasaan di dunia dan dari siksa akhirat.” (HR. Ahmad)
Selama berada di gua persembunyian, para pemuda itu tertidur. Namun siapa sangka, mereka ternyata ditidurkan dalam jangka waktu yang sangat lama atas seizin Allah. Hal ini diceritakan dalam surat Al Kahfi ayat 25-26.