Sosok KH Hasyim Asy’ari, Pendiri NU Pencetus Fatwa Resolusi Jihad 10 November
Bagi masyarakat Jawa, ulama merupakan sosok yang terhormat. Ulama menduduki poasisi elite di tengah kaum santri yang cenderung religious dan priyayu dalam masyarakat abangan.
Saat masih dalam kandungan, Ibunda KH hasyim Asy’ari, Nyai Hjjah Halimah melihat tanda-tnada luar biasa. Pada suatu malam, Nyai Halimah bermimpi bulan jatuh dari langit dan hinggap di kandungannya. Tentu mimpi tersebut merupakan pertanda yang sangat baik bahwa kelak anak yang akan lahir merupakan sosok yang istimewa di kemudian hari yang mempunyai kecerdasan, talenta dan bimbingan dari Allah SWT.
Tanda-tanda lainnya, Kiai Hasyim berada di dalam kandungan ibunya kurang lebih 14 bulan yang ditafsir banyak orang sebagai keistimewaan. Kiai Hasyim muda diramalkan akan menjadi tokoh besar dan ramalah itu terbukti benar di kemudian hari.
Menurut Ishom hadzik (2000) dalam KH Hasyim Asy’ari: Fajar Ulama dan pejuang Sejati, Nyai Halimah dikenal sebagai perempuan yang taat beribadah.
Konon dia berpuasa selama tiga tahun berturut-turut. Puasa tersebut diniatkan untuk sebuah kebaikan. Puasa pada tahun pertama diniatkan untuk diri sendiri. Puasa pada tahun kedua diniatkan untuck anak dan cucunya. Puasa pada tahun ketiga diperuntukkan bagi para santrinya agar mereka senantian dilindungi Allah dan sukses dalam menjalani hidup.