Sosok KH Hasyim Asy’ari, Pendiri NU Pencetus Fatwa Resolusi Jihad 10 November
Dipimpin langsung oleh Mbah Hasyim, dideklarasikanlah perang kemerdekaan sebagai perang suci atau jihad mewajibkan bagi umat Islam khususnya warga Nahdliyyin dalam radius 94 km dari Surabaya untuk mengangkat senjata melawan penjajahan Belanda dan sekutunya yang ingin berkuasa kembali di Indonesia.
Selain memiliki komitmen kebangsaan yang kuat, KH Hasyim Asy’ari juga membumikan pandangan keagamaan yang moderat, persaudaraan di tengah-tengah umat yang beragam dan kemerdekaan dari penjajahan, Sebab itu, para ulama memberinya gelar Hadratussyaikh yang artinya mahaguru atau mahaulama.
Bersama para ulama terkemuka lain, KH Hasyim Asy'ari mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) pada tanggal 31 Januari 1926 sebagai tonggak gerakan moderat yang menggabungkan gagasan keumatan dengan ide kebangsaan.
Dikutip dari buku Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari (moderasi, keumatan dan kebangsaan) yang ditulis Zuhairi Misrawi (2010), KH Hasyim Asy’ari lahir pada Selasa 14 Februari 1871 atau bertepatan dengan 24 Dzulqa’dah 1287 di Pesantren Gedang, Tambakrejo, Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini berada 2 km ke arah utara Jombang.
Keluarga KH Hasyim Asy’ari dikenal sebagai keluarga ulama kharismatik. Ayah KH Hasyim Asy’ari adalah ulama asal Demak dan kakeknya Kiai Usman pendiri Pesantren Gedang, Jombang.