Sepeninggal ibunya, menurut Syihab, Muhammad kecil diantarkan oleh Ummu Aiman kepada Kakenya, Abd al Mutthalib. Sejak itu Muhammad dibawah pengawasan dan asuhan abdul Mutthalib.
Sang kakek, Abdul Mutthalib sangat menyayangi Muhammad melebihi anak-anaknya sendiri. Namun 2 tahun setelah itu, Abdul Muthalib wafat karena sudah usia lanjut. Saat itu usia Muhammad 8 tahun. Tanggung jawab selanjutnya beralih kepada pamannya, Abu Thalib.
Meski Abu Thalib bukanlah orang kaya, tetapi ia cukup perhatian dalam merawat dan mendidik Muhammad Saw hingga dewasa, meski Abu Thalib memilik banyak anak. Seperti juga Abdul Mutthalib, Abu Thalib adalah tokoh yang disegani dan dihormati orang Quraiys.
Nabi Muhammad berada dalam asuhan dan lindungan Abu Thalib hingga tahun ke-10 kenabian, setelah itu pamannya meninggal.
Menggembala Kambing
Dalam usia muda muda Muhammad hidup sebagai penggembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Melalui kegiatan pengembalaan ini dia menemukan tempat untuk berpikir dan merenung.