Sejarah Shalat Tarawih 8 dan 20 Rakaat di Bulan Ramadhan, Muslim Wajib Tahu
Sedangkan sejarah shalat tarawih 20 rakaat adalah keputusan Umar bin Khattab ra pada zamannya yang tidak didapati adanya pertentangan di kalangan sahabat pada waktu itu.
Jumlah 20 rakaat ini dikerjakan dengan 10 kali salam, dan dilakukan lima kali tarawihah (istirahat), per sekali tarwihah (istirahat) dilaksanakan setelah selesai empat rakaat.
Khalifah Umar bin Khattab saat itu mengumpulkan jamaah shalat malam Ramadhan dalam jumlah 20 rakaat dengan setiap selesai empat rakaat (dua kali salam). Para jamaah kemudian istirahat dari shalat dan melakukan thawaf tujuh putaran.
Istirahat dari setiap selesainya empat rakaat dengan dua kali salam itu kemudian dikenal dengan istilah tarwihah (istirahat). Imam Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Barri menulsikan karena ada lima tarwihah (istirahat) dalam shalat tersebut sehingga disebut tarawih. Dari situlah kemudian muncul istilah tarawih hingga saat ini.
Pada zaman Imam Malik, penduduk Madinah melaksanakan shalat tarawih 36 rakaat dengan mengganti setiap thawafnya penduduk Makkah dengan 4 rakaat shalat tarawih. Hal itu agar penduduk Madinah bisa menyamai model tarawihnya penduduk Makkah saat itu.