Sejarah Masjid Al Aqsa, Tempat Suci Umat Islam yang Coba Direbut Zionis Israel
أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاةٍ فِي غَيْرِهِ مِنَ الْمَسَاجِدِ إِلاَّ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَرُوِّينَا في حديث أبي الدرداء وجابر مرفوعا: فضل الصلاة في المسجد الحرام على غيره مائة ألف صلاة، وفي مسجدي هذا ألف صلاة وفي مسجد بيت المقدس خمسمائة صلاة اسم الكتاب: السنن الصغرى للبيهقي رقم الجزء: 7 رقم الصفحة: 456
Diriwataytkan dari sahabat Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda : Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 shalat di masjid-masjid lainnya kecuali masjidil haram. Dan kami meriwayatkan dalam hadits Abu Darda' dan Jabir secara marfu' : Keutamaan shalat di masjidil haram dibanding yang lainnya adalah 100.000 shalat, (keutamaan shalat) di masjidku ini 1000 shalat dan (keutamaan shalat) di masjid baitul maqdish 500 shalat [Al-Baihaqiy].
Masjid Al Aqsha atau baitul Maqdis adalah masjid yang penuh dengan Sejarah. Tahun 70 SM, masjid ini dihancurkan oleh Panglima Titus dari Romawi. Pada Masa Pemerintahan Umar bin Khatab (13-23 H) , ummat Islam dapat membebaskan Kota Yerusalem yang dijajah oleh Romawi Bizantium.
Ketika perang Salib berlangsung tahun 498 H bersamaan dengan 1096 M, tentara kristen menguasai kota Yerusalem dengan bantuan Baldwin II, Masjid Umar (Qubbaht AlShakhrah) dijadikan gereja dan dinamakan "Templum Domini", artinya "Gereja Hamba-hamab Rumah Suci". Kemudian dilakukan perubahan, kaligrafi arab dirubha dengan bunga-bunga bergaray Kristen. Di puncak kubah Masjid diganti dengan Palang Salib yang terbuat dari emas.
Setelah Masjid Al Aqsha dikuasai oleh orang-orang kristen selama hampir satu Abad, maka Ummat Islam terus berjuang untuk membebaskan masjid Al Aqhsa, tampilah seorang pemuda bernama Salahudin Al Ayyubi (Lahir 532H/1137 M di benteng Tikrif Irak) yang menjadi panglima membebaskan Yerusalem dari orang-orang Kristen (15 Rajab 583 H/ 22 September 1187M).