Qasidah Muktamar ke-34 NU, Lirik, Arti & Maknanya
رحم امرأ الله جل جلاله * يخدم بإخلاص لها والعاملين
Rahimam ra’an Allāhu jalla jalāluhu # Yahdum biikhlāshi lahā wal ‘āmilīn.
(Semoga Allah merahmati mereka yang dengan ikhlas berkhidmat untuk NU serta beramal baik di dalamnya).
وسيجتمع علماؤها زعماؤها * في مؤتمر وسيبحثن بعد حين
Wasayajtami’ ulamā-uha, zu’amā-uha # fi Mu’tamar wasayabhatsunna ba’da ḥīen
(Para ulama dan pimpinan Nahdlatul Ulama akan segera berkumpul dalam sebuah muktamar. Mereka akan mencari solusi (atas problematika umat).
والله نرجو أن يجمع شملنا * مع منة بقيادة الرأس الأمين
Wallāhu narjū ayyujamma’ syamlanā # ma’ minnatin biqiyādatir ra’sil amīn.
(Duhai Allah, kumpulkan kami dalam keagungan anugerah. Dengan kepemimpinan dari (para) pemimpin yang terpercaya).
Ketua Panitia Pelaksana Muktamar ke-34 NU, Muhammad Imam Aziz menilai bahwa qasidah tersebut sebagai pengingat kepada warga Nahdliyin bahwa NU adalah organisasi yang didirikan dan dicita-citakan oleh para auliya dan alim ulama.
Ini dalam rangka mewujudkan kesejahteraan bangsa dan negara, sebagaimana penggalan dalam lirik lagu yang di-launching.
“Jadi, (qasidah) ini untuk memberi semangat kembali bahwa NU kini sudah 100 tahun sehingga perlu diperbaharui lagi semangatnya. Nah, ini sangat luar biasa sekali,” kata Kiai Imam Aziz dalam tayangan Launching Official Song Muktamar Ke-34 NU yang disiarkan di TVNU.
Editor: Kastolani Marzuki