Peristiwa Nisfu Syaban, Ini Kisah Pemindahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Kakbah
Meski demikian, perpindahan kiblat ini menimbulkan berbagai pertanyaan dari sebagian umatnya. Bahkan sebagian lain ada yang menentangnya, sehingga Allah menurunkan jawaban untuk merespons pertanyaan dan penentangan ini dalam surat Albaqarah ayat 143;
وَمَا جَعَلْنَا الِقبْلَةَ التِيْ كُنْتَ عَلَيْهَا اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتبِعَ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَى عَقِبَيْهِ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلا عَلَى الذِّيْنَ هَدَى اللهُ (البقرة: 143)
Artinya; “dan kami tidak menjadikan kiblatmu yang sekarang melainkan supaya kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (perpindahan kiblat ini) amat sangat berat kecuali bagi orang yang mendapat petunjuk dari Allah”.
Perpindahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Kakbah itu terjadi saat Rasulullah SAW sedang melaksanakan sholat ashar. Karena itu, maka berita pemindahan ini terlambat sampai kepada penduduk Quba dan baru sampai kepada mereka pada salat Subuhnya.
Dalam riwayat lain disebutkan saat sedang sholat dzuhur.
Hadits ini diriwayatkan Abu Na'im (yaitu Al-Fadl ibnu Dakin) dari Al Barra. Rasulullah SAW pernah bersabda: