Peristiwa Nisfu Syaban, Ini Kisah Pemindahan Kiblat dari Baitul Maqdis ke Kakbah
Artinya;”sungguh kami melihat wajahmu menengadah ke langit. Maka kami sungguh akan memalingkan wajahmu ke arah kiblat yang kamu sukai. Maka palingkan wajahmu ke arah Masjid al-Haram dan di mana pun kamu berada. (QS. Al Baqarah: 144)
Dikabulkannya harapan itu membuat hati Nabi SAW gembira karena harapan yang selama ini telah dinantikannya terkabulkan.
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat senang bila sholat menghadap Baitullah atau Kakbah.
Rasulullah SAW pernah bersabda:
"مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ قِبْلَةٌ لِأَهْلِ الْمَسْجِدِ، وَالْمَسْجِدُ قِبْلَةٌ لِأَهْلِ الْحَرَمِ، وَالْحَرَمُ قِبْلَةٌ لِأَهْلِ الْأَرْضِ فِي مَشَارِقِهَا وَمَغَارِبِهَا مِنْ أُمَّتِي "
Baitullah adalah kiblat bagi ahli masjid, dan masjid adalah kiblat bagi penduduk kota suci, sedangkan kota suci merupakan kiblat bagi penduduk bumi yang ada di timur dan barat dari kalangan umatku.