Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dubes Iran: Perpecahan Sunni-Syiah Dikondisikan Zionis, Supaya Muslim Tercerai-berai
Advertisement . Scroll to see content

Perbedaan Syiah dan Sunni yang Perlu Diketahui

Selasa, 22 Juni 2021 - 18:58:00 WIB
Perbedaan Syiah dan Sunni yang Perlu Diketahui
Doa Qunut Witir sunnah dibaca pada hari ke-16 hingga akhir Bulan Ramadhan. Qunut juga dibaca kaum Muslimin Syiah.(Foto: SINDOnews)
Advertisement . Scroll to see content

Orang yang mengucapkannya akan dianggap sudah beragama Islam meski belum sempurna dalam pelaksanaan rukun Islam lainnya (shalat, puasa, zakat, dan haji). Sedangkan dalam mazhab Syiah, pernyataan syahadatain tidak masuk dalam rukun, tetapi dianggap awal dari seseorang yang hendak memeluk Islam dan masuk dalam fiqih shalat (tasyahud).

Ikrar syahadah tetap dilakukan oleh orang yang akan memeluk Islam yang disebut sebagai pintu awal memasuki agama Islam. Baru setelah itu, seorang Muslim/Muslimah berkewajiban untuk menuaikan rukun Islam yang terdiri dari shalat, zakat, puasa, haji, dan wilayah.

3. Kepemimpinan

Dalam rukun iman mazhab Sunni, tidak ada ketentuan untuk mengimani para khalifah serta tidak ada keharusan mengikuti sahabat dan istri Nabi. 

Dalam hadis memang disebutkan agar mengikuti sunnah Rasulullah dan khulafa rasyidin, tetapi hadisnya tidak termasuk dalam kategori yang kuat dan tidak masuk dalam rukun iman.

Karena itu, kepemimpinan negara dan politik tidak masuk dari rukun iman. Kaum Sunni dalam urusan kepemimpinan dan kenegaraan ditentukan atas dasar konsensus (ijma) yang dilakukan ulama maupun umat Islam.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut