Yusuf as menggantikan kedudukan orang yang pernah membelinya dahulu, yaitu suami perempuan yang pernah menggodanya hingga menjermuskan Yusuf ke penjara.
Allah SWT berfirman:
{هَذَا عَطَاؤُنَا فَامْنُنْ أَوْ أَمْسِكْ بِغَيْرِ حِسَابٍ وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ}
Artinya: Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungjawaban. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (Shad: 39-40)
Raja Mesir itu kemudian masuk Islam setelah mendengarkan takwil mimpi yang dipaparkan Nabi Yusuf as.
Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), "Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh lainnya yang kering.” Hai orang-orang yang terkemuka, "Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kalian dapat mena'birkan mimpi.” (QS. Yusuf: 43).