Kisah Imam Hanafi yang Kecerdasannya Sangat Mendunia
Sosok Rendah Hati dan Ahli Ibadah
Dalam sosok Imam Abu Hanifah terkumpul sifat-sifat dan akhlak mulia. Beliau adalah seorang yang berparas elok, berpenampilan rapi, dan suka memakai wangi-wangian. Imam Abu Hanifah adalah seorang yang rendah hati, tidak banyak bicara atau melakukan hal-hal yang sia-sia.
Imam Abu Hanifah adalah seorang ahli ibadah. Banyak riwayat yang mengatakan bahwa Imam Abu Hanifah mengkhatamkan Al Quran dalam satu rakaat shalat. Asad bin ‘Amr berkata, “Imam Abu Hanifah shalat subuh dengan wudhu shalat Isya selama empat puluh tahun".
Imam Hanafi atau Abu Hanifah wafat pada bulan Rajab tahun 150 H/767 M, pada usia 70 tahun. Beliau wafat di dalam penjara pada masa Khalifah al-Manshur.
Imam Hanafi tidak meninggalkan keturunan selain anak laki-laki yang bernama Hammad. Jenazah Imam Hanafi dimakamkan di al-Khaizaran di kota Baghdad, Irak.
Menurut catatan sejarah, tahun dimana wafatnya Imam Abu Hanifah adalah tahun yang sama dengan kelahiran Imam asy-Syafi’i. Sehingga orang-orang banyak menyebut pada waktu itu adalah tahun wafatnya Imam sekaligus lahirnya Imam.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki