Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Hikmah di Balik Sakit
Dari Abi Sa’id al-Khudri dan dari Abi Hurayrah, dari Rasulullah Saw., beliau bersabda: Tidak ada keletihan atau penyakit atau kegundahan atau kesedihan, kezaliman, derita bahkan sekadar duri yang menusuknya, kecuali Allah jadikan (hal tersebut) sebagai kaffârah (penebus/ampunan) bagi dosa-dosanya. (Shahîh Bukhâri, Kitâb Mardhâ, Bâb Mâ jâ"a fî kaffârah al-maradh)
Kaffaarah atau tebusan/ampunan atas dosa-dosa adalah salah satu nikmat Allah SWT yang tidak ternilai harganya. Betapa kita selaku manusia yang berlumuran dosa ini teramat membutuhkan ampunan Allah SWT.
Bahkan, jika pun sakit tersebut berujung kepada kematian, maka kiranya hal tersebut pun merupakan nikmat Allah SWT:
عن مالك عن يحيى بن سعيد أن رجلا جاءه الموت فى زمان رسول اللّه صلى الله عليه وسلم, فقال رجل: هنيئا له مات ولم يبتل بمرض. فقال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم: ويحك وما يدريك لو أن اللّه ابتلاه بمرض يكفر به من سيئاته.
Dari Malik, dari Yahya ibn Sa’id, bahwa seseorang wafat di zaman Rasulullah Saw, maka berkatalah seorang lainnya: Betapa nikmatnya ia, ia mati tanpa sakit lagi. Kemudian Rasulullah Saw bersabda: Kasihan sekali kamu, apakah kamu tidak mengerti seandainya saja Allah uji ia (orang yang wafat itu) dengan penyakit (sebelumnya) maka dengan penyakit tersebut justru Allah ampuni dosa-dosanya. (Al-Muwaththa’, Bâb ‘Ayn, Mâ jâ’ fî ajri al-marâdh)