Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat 6 Februari 2026 Menyentuh Hati Lengkap dengan Doa Penutup
Advertisement . Scroll to see content

Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Hikmah di Balik Sakit

Jumat, 06 Agustus 2021 - 06:30:00 WIB
Khutbah Jumat Menyentuh Hati, Hikmah di Balik Sakit
Jamaah mengaminkan doa yang dipanjatkan khatib saat mendengar Khutbah Jumat menyentuh hati. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Khutbah Jumatmenyentuh hati membahas tentang nikmat sakit. Tiap manusia pasti ingin hidup sehat dan tidak ada yang menginginkan sakit atau mendapat penyakit. Namun, sakit pun salah satu bentuk nikmat dari Allah SWT. 

Dengan sakit, manusia bisa merasakan betapa nikmatnya hidup sehat. Sakit juga bisa dikatakan nikmat karena dapat menebus dosa atau kaffarat. Sebab, manusia sangat membutuhkan ampunan Allah SWT.

Berikut Khutbah Jumat menyentuh hati tentang nikmat sakit yang ditulis KH Ade Muzaini Aziz MA, Pengurus Lembaga Dakwah PBNU dan Pengasuh Perguruan Al Mu’in dikutip dari laman dakwahnu.id:

Khutbah Pertama,

 ألحمد لله رب الأزمان و الآناء, فلا إبتداء لوجوده ولا إنتهاء. يستوى بعلمه السّر و الخفاء. نحمده تعالى, وهو الّذى أضلّ و هدى. وهو الّذى يُقدِر الشّقاء والردى.

أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, و أشهد أن سيدنا محمدا عبده و رسوله, بشّر الفقهاء الصالحين بجنّات النعيم, و أنذر الجهلاء العاصين بعذاب الجحيم.

صلوات الله و سلامه على النبي العربي العمي الأمين, المصطفى و المجتبى, سيدنا محمدٍ و على آله و أصحابه و من اتبعه إلى يوم الدين.

 قال الله تعالى فى مُحكم تنزيله:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ.

أوصيكم وإيّاي نفسى بتقوى الله فقد فاز المتقون. أما بعد.

Jama’ah Jum’at yang dirahmati Allah SWT

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nahl ayat 18:

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Artinya: Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Pasti semua sepakat bahwa sehat adalah salah satu bentuk nikmat Allah SWT yang teramat berharga, di samping nikmat iman dan Islam tentunya. Maka, jika dapat memilih apakah sehat ataukah sakit, tidak ada seorang pun dari kita yang mau sakit. Sakit itu susah, sakit adalah derita, begitu kira-kira. Sehingga, jika sakit, seseorang akan berobat demi mendapatkan kembali kesembuhan dan kesehatannya, dan memang demikianlah agama memerintahkan.

Rasulullah SAW telah bersabda:

عن أسامة بن شريك قال : قالت الأعراب يا رسول الله ألا نتداوى؟ قال نعم يا عباد الله تداووا فإن الله لم يضع داء إلا وضع له شفاء )أو قال دواء( إلا داء واحد قالوا يا رسول الله وما هو ؟ قال الهرم

Dari Usamah ibn Syarik, ia berkata: Beberapa orang Arab berkata: Wahai Rasulullah, bukankah kami harus berobat? Rasul berkata: Iya. Wahai para hamba Allah, berobatlah kalian, sesungguhnya Allah tidak menciptakan penyakit kecuali juga menciptakan kesembuhannya/obatnya, kecuali satu penyakit. Mereka berkata: Penyakit apa itu, Rasulullah? Rasul berkata: (Usia yang) menua. (Sunan at-Tirmidzi, Kitab at-Thibb, Bab ad-Dawaa" wa al-hatsts ‘alayh)

Sebagaimana Rasulullah SAW juga berwejang:

عن أبى هريرة رضى الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ما أنزل اللّه داء إلا أنزل له شفاء.

Dari Abi Hurairah ra., dari Nabi Saw, beliau bersabda: Allah tidak menurunkan pengakit kecuali juga menurunkan obatnya. (Shahih Bukhari, Kitab at-Thibb, Bab Maa anzalallaahu daa"an illaa anzala syifaa"an)

Namun, jika mau merenungi lebih mendalam, ternyata sakit pun adalah nikmat Allah dalam bentuk lain:

عن أبى سعيد الخدري وعن أبى هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ما يصيب المسلم من نصب ولا وصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولا غمّ حتى الشوكة يشاكها ، إلا كفر اللّه بها من خطاياه.

Dari Abi Sa’id al-Khudri dan dari Abi Hurayrah, dari Rasulullah Saw., beliau bersabda: Tidak ada keletihan atau penyakit atau kegundahan atau kesedihan, kezaliman, derita bahkan sekadar duri yang menusuknya, kecuali Allah jadikan (hal tersebut) sebagai kaffârah (penebus/ampunan) bagi dosa-dosanya. (Shahîh Bukhâri, Kitâb Mardhâ, Bâb Mâ jâ"a fî kaffârah al-maradh)

Kaffaarah atau tebusan/ampunan atas dosa-dosa adalah salah satu nikmat Allah SWT yang tidak ternilai harganya. Betapa kita selaku manusia yang berlumuran dosa ini teramat membutuhkan ampunan Allah SWT.

Bahkan, jika pun sakit tersebut berujung kepada kematian, maka kiranya hal tersebut pun merupakan nikmat Allah SWT:

عن مالك عن يحيى بن سعيد أن رجلا جاءه الموت فى زمان رسول اللّه صلى الله عليه وسلم, فقال رجل: هنيئا له مات ولم يبتل بمرض. فقال رسول اللّه صلى الله عليه وسلم: ويحك وما يدريك لو أن اللّه ابتلاه بمرض يكفر به من سيئاته.

Dari Malik, dari Yahya ibn Sa’id, bahwa seseorang wafat di zaman Rasulullah Saw, maka berkatalah seorang lainnya: Betapa nikmatnya ia, ia mati tanpa sakit lagi. Kemudian Rasulullah Saw bersabda: Kasihan sekali kamu, apakah kamu tidak mengerti seandainya saja Allah uji ia (orang yang wafat itu) dengan penyakit (sebelumnya) maka dengan penyakit tersebut justru Allah ampuni dosa-dosanya. (Al-Muwaththa’, Bâb ‘Ayn, Mâ jâ’ fî ajri al-marâdh)

Betapa luas rahmat Allah SWT. Sehat adalah nikmat-Nya, sakitpun ternyata juga nikmat-Nya. Tentu kita akan menjaga nikmat sehat yang Allah berikan dengan sebaik-baiknya. Namun, di saat Allah SWT memberikan nikmat-Nya yang lain, yaitu sakit, kitapun hendaknya bersabar & bersyukur, betapa Allah SWT menyayangi kita dan ingin agar dosa-dosa kita terhapus. Terlebih, jika dengan sakit yang kita alami, dosa-dosa kita diampuni oleh Allah SWT, dan pada saat diampuni oleh Allah itulah Allah mewafatkan kita, itulah husnul khâtimah, sebuah kenikmatan yang tiada terkira.

Akhirnya, semoga kita semakin mampu untuk bersyukur kepada Allah SWT dalam keadaan apapun, dan semoga Allah SWT berkenan melimpahkan nikmat-Nya yang teramat agung, berupa maghfirah/ampunan atas dosa-dosa kita semua, amin.

بارك الله لى و لكم فى القرآن الكريم. و نفعنى و إيّاكم بما فيه من الآيات و الذّكر الحكيم. و تقبّل منّى و منكم تلاوته, إنّه هو السّميع العليم. أقول قولى هذا فاستغفروه, إنّه هو الغفور الرّحيم.

Wallahu A'lam

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut