Beliau juga bersabda,
من قام رمضانَ إيمانًا واحتسابًا ؛ غُفر له ما تقدمَ من ذنبِه
“Siapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan berharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Dan sabdanya yang lain,
ومن قام ليلةَ القدرِ إيمانًا واحتسابًا ؛ غُفر له ما تقدمَ من ذنبهِ وما تأخرَ
“Siapa yang shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan berharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Dari ketiga hadits ini kita bisa melihat bahwa Allah membuka banyak peluang ampunan. Sehingga bagi seseorang yang luput dari satu kesempatan, jangan sampai ia luput di kesempatan yang lain.
Semoga Allah Ta’ala memberi taufik kepada kita untuk mengisi Ramadhan ini dengan amalan terbaik kita. Dengan usaha kita yang paling sungguh-sungguh. Dan Allah menerima semua amalan kita tersebut.
﴿إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾ [الأحزاب: 56]، وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا» [رَوَاهُ مُسْلِم].