Bagi mereka yang berdoa, yakinlah bahwa perbendaharaan Allah itu tidak berkurang dengan banyak memberi. Allah itu melihat tetesan-tetesan air mata yang mengalir. Allah mengetahui kesedihan kita. Keluh kesah dan aduan hati. Allah mendengar doa-doa. Bahkan Allah itu senang dengan rengekan kita saat kita meminta kepada-Nya. Allah sama sekali tidak pernah bosa dengan doa dan permintaan seorang hamba. Bahkan Dia Yang Maha Mulia mencintai doa-doa hamba-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا۟ لِى وَلْيُؤْمِنُوا۟ بِى لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” [Quran Al-Baqarah: 186].
Keenam: memunculkan perasaan kasih sayang sesama muslim.
Ramadhan adalah momen bagi kita memunculkan rasa kasih sayang kepada saudara-saudara kita sesama muslim khususnya yang lemah. Memperhatikan keadaan mereka. Mendoakan dan memberikan bantuan. Terutama saat ini saudara-saudara kita di Palestina yang tengah menghadapi kekejaman penjajah Israel. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرَّاحِمونَ يرحَمُهم الرَّحمنُ تبارَك وتعالى؛ ارحَموا مَن في الأرضِ يرحَمْكم مَن في السَّماءِ.