(Lihat Lathaaiful Ma’aarif (hlm. 258).
Larangan Berpuasa di Pertengahan Bulan Sya’ban
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَن فَلَا تَصُومُوا.
“Jika memasuki pertengahan bulan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa.”(Shahih: HR. Abu Dawud (no. 2337), at-Tirmidzi (no. 738), ad-Darimi (II/17), Ibnu Majah (no. 1651), Ahmad (II/442), dan lainnya. At-Tirmidzi berkata: Hadits ini hasan Shahih. Lihat Shahiih Sunan Abi Dawud (no. 2025)).
Larangan ini ditujukan bagi mereka yang baru mulai puasa dari pertengahan Sya’ban atau bagi yang akan merasa lemah jika berpuasa. Namun, bagi mereka yang sudah terbiasa melakukan puasa sunnah dan kuat saat melaksanakannya, dianjurkan untuk berpuasa dari awal Sya’ban hingga dua hari menjelang Ramadhan. Mengawali Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari diperbolehkan bagi mereka yang sudah terbiasa berpuasa.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدٌ مِنكُمْ رَمَدَن بِصَوْمٍ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنٍ إِلَّا أَنْ يَقُون رَجُلٌ كَن يَقُون صَوْمًا فَلْيَقُمْ ذَلِكَ الْيَوْم.