Dari Abdullah bin Abi Qays, dia mendengar ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma berkata: “Bulan yang paling disukai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berpuasa adalah bulan Sya’ban, karena beliau menyambungkan puasa bulan itu dengan puasa bulan Ramadhan.” (Shahih: HR. Ahmad (VI/188), Abu Dawud (no. 2431), an-Nasaa-i (IV/199), Ibnu Khuzaimah (no. 2077), dan al-Hakim (I/434).
2.Bulan Sya’ban adalah Bulan Diangkatnya Amal-amal Manusia kepada Allah Ta’ala
Salah satu keutamaan lainnya adalah bulan Sya’ban merupakan waktu diangkatnya amal-amal manusia kepada Allah Ta’ala. Usamah bin Zaid Radhiyallahu anhu menyampaikan bahwa ia bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa di bulan lain seperti engkau berpuasa di bulan Sya’ban.”
Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,
ذٰلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَن، وَهُو شَهَرٌ تُرْفَعُ فِي الْأَعْمَال إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَع عَمَلِي وَأَنَا صائِمٌ.
“Bulan itu adalah bulan yang sering dilupakan orang, yaitu antara Rajab dan Ramadhan, dan merupakan bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam. Aku ingin amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.”(Hasan: HR. An-Nasaa-i (IV/201), Ahmad (V/201), dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 1898)) .
3.Memperbanyak Puasa di Bulan Sya’ban
Memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sangat bermanfaat untuk mempersiapkan badan dan hati agar lebih siap menyambut bulan Ramadhan dalam menjalani ketaatan kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.6