Keistimewaan Keluarga Imran sampai Diabadikan Al Quran, Ini Nasab dan Keturunannya
إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ ذُرِّيَّةً بَعْضُهَا مِن بَعْضٍ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga `Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing), (sebagai) satu keturunan yang sebagiannya (turunan) dari yang lain. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Ali Imran: 33-34).
Menukil dari laman Kisah Muslim, Keluarga Imran merujuk kepada keluarga dari seseorang yang bernama Imran bin Matsan bin al-Azar bin al-Yud… bin Sulaiman bin Daud ‘alaihissalam.
Nasab Keluarga Imran tersambung sampai ke Nabi Daud ‘alaihissalam. Dalam bahasa Ibrani, Imran disebut juga dengan Imran dan dalam buku-buku Nasrani, nama ini disebut dengan Yuhaqim.
Keluarga Imran dikenal sebagai cabang terakhir orang-orang beriman dari keturunan Bani Israil. Namun, antara masa mereka dengan Nabi Ya’qub terpisah beberapa qurun lamanya.