Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Besok Ada Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026, Catat Jamnya!
Advertisement . Scroll to see content

Kapan Waktu Shalat Gerhana Bulan atau Khusuf 3 Maret 2026? Simak Bacaan Niat

Selasa, 03 Maret 2026 - 07:00:00 WIB
Kapan Waktu Shalat Gerhana Bulan atau Khusuf 3 Maret 2026? Simak Bacaan Niat
ilustrasi kapan pelaksanaan shalat gerhana bulan bagi umat Islam. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Shalat gerhana bulan atau matahari dikerjakan dengan cara berjamaah, sebab dahulu Rasulullah SAW mengerjakannya dengan berjamaah di masjid. Shalat gerhana secara berjamaah dilandasi oleh hadits Aisyah radhiyallahu 'anha.

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Sholat gerhana bulan dikerjakan 2 rakaat dengan tata cara khusus yakni 2 kali membaca Al fatihah dan surat Al qur'an, 2 kali berdiri, 2 kali rukuk, dan 2 kali sujud. Pada sholat gerhana bulan, bacaannya dikeraskan atau jahr sebagaimana sholat malam pada umumnya.

Sholat gerhana bulan dianjurkan dikerjakan dengan cara berjemaah tanpa azan dan iqamat hanyalah panggilan shalat dengan lafaz As-Shalatu Jamiah. Berikut ini tata cara lengkapnya

1. Membaca niat 

Tata cara sholat gerhana bulan pertama adalah membaca niat. Adapun bacaan niatnya sebagai berikut:

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Latin: Ushallii sunnatal khusuufi rak‘ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: Saya sholat Sunnah Khusuf dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah

- Niat Sholat Gerhana Bulan Sendirian

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لله تَعَالَى

Latin: Ushallii sunnatal khusuufi rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.

Artinya: Saya sholat Khusuf sendirian dua rakaat karena Allah.

2. Takbiratul ihram
3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz
4. Membaca surat Al Fatihah
5. Membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).

6. Ruku’
7. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”
8. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat al quran.
9. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama
10. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya
11. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)
12. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali
13. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
14. Tasyahud 
15. Salam.
16. Khutbah
Imam/Khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya shalat iedul fithri/ideul Adha) kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar serta disunahkan untuk bersedekah.

فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Artinya: Apabila kamu menyaksikannya maka berdoalah kepada Allah, bertakbir, shalat dan bersedekah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut