أوَّلُهَا: مَا يَلْزَمُ فِيْهِ الْقَضَاءُ وَالْفِدْيَةُ، وَهُوَ اثْنَانِ –الأوَّلُ- الإفْطَارُ لِخَوْفٍ عَلَى غَيْرِهِ –وَالثَّانِيْ- الإفْطَارُ مَعَ تَأْخِيْرِ قَضَاءٍ مَعَ إمْكَانِهِ حَتَّى يَأْتِيَ رَمَضَانُ آخَرُ.
وَثَانِيْهَا: مَا يَلْزَمُ فِيْهِ الْقَضَاءُ دُوْنَ الْفِدْيَةِ، وَهُوَ يَكْثُرُ؛ كَمُغْمَى عَلَيْهِ.
Niat Bayar Fidyah serta Tata Caranya Ganti Puasa
وَثَالِثُهَا: مَا يَلْزَمُ فِيْهِ الْفِدْيَةُ دُوْنَ الْقَضَاءِ، وَهُوَ شَيْخٌ كَبِيْرٌ.
وَرَابِعُهَا: لاَ وَلاَ، وَهُوَ الْمَجْنُوْنُ الَّذِيْ لَمْ يَتَعَدَّ بِجُنُوْنِهِ.
Golongan Orang yang Berhak Menerima Fidyah
Tidak Puasa yang Mengharuskan Qadha’ dan Fidyah:
- Tidak Puasa karena Khawatir pada Orang Lain: Ini terjadi ketika seseorang tidak berpuasa karena khawatir akan membebani orang lain.
- Tidak Puasa dengan Mengakhirkan Qadha’ Puasa: Dalam situasi ini, seseorang menunda qadha’ puasa hingga datangnya Ramadan berikutnya, padahal ia mampu melakukannya.
Tidak Puasa yang Mengharuskan Qadha’ Tetapi Tidak Fidyah
Contoh umum adalah ketika seseorang pingsan dan tidak dapat berpuasa.
Tidak Puasa yang Mengharuskan Fidyah Tanpa Qadha’:
Ini terjadi pada orang tua renta yang tidak mampu berpuasa.
Tidak Qadha’ dan Fidyah:
Ini berlaku untuk orang gila yang tidak sengaja mengalami kegilaan.
Wanita Hamil dan Menyusui:
Wanita hamil dan menyusui dianggap setara dengan orang sakit. Jika berat, mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.