Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Teks Khutbah Jumat 6 Februari 2026 Menyentuh Hati Lengkap dengan Doa Penutup
Advertisement . Scroll to see content

Hukum Zakat Fitrah bagi Orang Meninggal di Bulan Ramadhan

Sabtu, 30 Maret 2024 - 22:54:00 WIB
Hukum Zakat Fitrah bagi Orang Meninggal di Bulan Ramadhan
Hukum Zakat Fitrah bagi Orang Meninggal di Bulan Ramadhan (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Dari hadis di atas, zakat fitri merupakan kewajiban yang dikenakan pada umat Muslim sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Berdasarkan hadis dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitri sebesar satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum untuk semua orang merdeka, baik laki-laki maupun perempuan di kalangan kaum Muslimin.

Namun, perlu dicatat bahwa penamaan yang digunakan dalam hadis untuk zakat ini adalah “zakat fitri” (Arab: زكاة الفطر), bukan “zakat fitrah”. Gabungan dua kata ini, ‘zakat fitri’, mengandung makna sebab-akibat. Artinya, zakat fitri diwajibkan karena kaum Muslimin telah menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadan (berhari raya).

Zakat fitri disyariatkan karena adanya waktu “fitri”, yaitu saat berakhirnya bulan Ramadan dan puasa. Rangkaian dua kata ini mengandung makna pengkhususan. Dalam arti, zakat ini khusus diwajibkan ketika ada waktu fitri. Oleh karena itu, siapa saja yang menjumpai waktu fitri ini, zakat fitrinya wajib ditunaikan. Sebaliknya, bagi yang tidak menjumpai waktu fitri, zakat fitri tidak menjadi kewajiban baginya.

Kapan Batas Waktu “Fitri”?

Tentang waktu fitri, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama. Mayoritas ulama Mazhab Syafi’i berpendapat bahwa waktu fitri dimulai sejak terbenamnya matahari di hari puasa terakhir hingga terbitnya fajar pada tanggal 1 Syawal.

Sebagai contoh, dua situasi berikut tidak wajib membayar zakat fitri:

  1. Orang yang meninggal 5 menit sebelum maghrib di hari puasa terakhir.
  2. Bayi yang lahir 5 menit setelah matahari terbenam.

Dua hamba di atas tidak menjumpai waktu fitri, sehingga mereka tidak wajib membayar zakat fitri .

Tanggung Jawab Pembayaran Zakat Fitrah

Keluarga atau ahli waris bertanggung jawab untuk membayarkan zakat fitrah orang yang meninggal setelah Maghrib di hari terakhir Ramadhan. Pembayaran zakat fitrah dilakukan atas nama orang yang meninggal dan dihitung berdasarkan jumlah jiwa yang diwajibkan.

8 Golongan Penerima Zakat Fitrah

Zakat fitrah dibagikan kepada delapan golongan yang berhak menerima zakat, yaitu:

  1. Fakir (orang yang sangat miskin)
  2. Miskin (orang yang kekurangan)
  3. Amil (pengurus zakat)
  4. Muallaf (orang yang baru masuk Islam)
  5. Hamba sahaya (budak)
  6. Gharim (orang yang berhutang)
  7. Fi Sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah)
  8. Ibnu Sabil (musafir yang kehabisan bekal)

Kesimpulan

Kewajiban zakat fitrah bagi orang yang meninggal di bulan Ramadhan tergantung pada waktu kematiannya. Jika meninggal sebelum Maghrib di hari terakhir Ramadhan, maka tidak ada kewajiban zakat fitrah. Namun, jika meninggal setelah Maghrib, maka zakat fitrahnya tetap wajib dibayarkan oleh keluarga atau ahli waris. Zakat fitrah dibagikan kepada delapan golongan yang berhak menerimanya. 

Pembahasan mengenai hukum zakat fitrah bagi orang yang meninggal di bulan Ramadhan sudah cukup jelas bukan? Semoga artikel ini bermanfaat. Jangan lupa bayar zakat fitrah ya sobat iNews.id. 

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut