Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Titiek Soeharto, Kirim Doa Ini
Advertisement . Scroll to see content

Hukum Memandikan Jenazah, Syarat, Proses, Doa yang Wajib Diketahui Muslim

Rabu, 26 Januari 2022 - 18:42:00 WIB
Hukum Memandikan Jenazah, Syarat, Proses, Doa yang Wajib Diketahui Muslim
Pelatihan memandikan jenazah korban corona. Hukum memandikan jenazah dalam Islam adalah fardhu kifayah (Antara)
Advertisement . Scroll to see content

نويت الغسل لاستباحة الصلاة عليه 

Latin: Nawaitul ghusla listibahati sholaati 'alaihi 

atau

نويت الغسل عن هذه الميت

Latin: nawaitul ghusla 'an haadzihil mayyiti

"Saya niat memandikan mayyyit ini / saya niat memandikan untuk memperbolehkan menyolatinya"

Menyisir rambut dan jenggot mayit yang tebal dengan perlahan (jika rambutnya acak acakan) memakai sisir yang longgar agar tidak ada rambut yang rontok. Jika ada rambut yang rontok maka harus diambil dan dikembalikan, namun kesunnahannya dibungkus dengan kain kafan kemudian dikebumikan bersama mayit.

Hal ini jika mughtasil (orang yang memandikan) menghendaki membasuh sebanyak tiga kali, apabila menghendaki yang lebih sempurna lagi maka mayit bisa dimandikan dengan 5/7 basuhan. Untuk lima kalli basuhan maka dengan urutan sebagai berikut :

1. Air sabun/daun widara

2. Air pembilas (muzilah)

3. Basuhan ke 3, 4 dan 5 memakai air bersih yang dicampur sedikit kapur barus atau sejenisnya

Untuk 7 kali basuhan maka dengan urutan sebagai berikut :

1. Air sabun/daun widara

2. Air pembilas (muzilah)

3. Air sabun/daun widara

4. Air pembilas (muzilah)

5. Basuhan ke 5,6 dan 7 air bersih yang dicampur sedikit kapur barus dan sejenisnya

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut