JAKARTA, iNews.id - Silaturahmi identik dengan Hari Raya Idul Fitri. Tradisi silaturahmi dan saling maaf-maafan lazim dilakukan Muslim di Indonesia di Hari Lebaran. Meski tidak ada hadits khusus tentang silaturahmi di Hari Raya Idul Fitri, tradisi baik tersebut tidak menyalahi aturan agama.
Ada banyak keutamaan dalam menjalin hubungan antar sesama seperti yang termuat dalam beberapa hadits tentang silaturahmi. Keutamaan silaturahmi di antaranya merekatkan tali persaudaraan, menambah saudara, mendatangkan keberkahan dan memperpanjang umur. Sebaliknya, Muslim juga dilarang untuk memutus hubungan silaturahmi karena ada siksa kelak di akhirat.
Pilih Nafar Awal, 132 Ribu Jemaah Haji Tinggalkan Mina Menuju Makkah Hari Ini
Hadits tentang Silaturahmi
Anjuran menjalin silaturahmi ini termaktub dalam Alquran. Allah SWT berfirman:
وَالَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُوْنَ سُوْۤءَ الْحِسَابِۗ
Ayat tentang Silaturahmi, Arab, Latin, Arti, Tafsir
Artinya: Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk. (QS. Ar Ra'du: 21).
Ibnu Katsir menerangkan mengenai ayat tersebut yakni perintah Allah SWT agar menjalin silaturahmi, berbuat baik kepada kaum kerabat dan sanak famili, juga kepada kaum fakir miskin, orang-orang yang memerlukan bantuan, dan mendermakan kebajikan. Mereka (orang-orang beriman) itu takut kepada Tuhannya. (Ar-Rad: 21) Yakni dalam mengerjakan amal-amal yang harus mereka lakukan dan dalam menghindari perbuatan-perbuatan yang harus mereka tinggalkan.