Pada ayat tersebut, Allah menjelaskan bahwa orang berilmu lebih mulia di sisi Allah Ta’ala daripada orang yang tidak berilmu. Dan kedudukan mereka tentu saja lebih tinggi di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana disebutkan di dalam surat Al-Mujadalah, Allah Ta’ala berfirman,
يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Teliti apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)
Di dalam sebuah hadis, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bagaimana pentingnya kedudukan ilmu syar’i ini terhadap semua hal duniawi. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ألا إن الدنيا ملعونةٌ، ملعونٌ ما فيها، إلا ذكرُ الله، وما والاه، وعالمٌ أو متعلمٌ