Ma’asyiral Muslimin, jamaah masjid yang dimuliakan Allah.
Pertama-tama, khatib berwasiat kepada diri khatib pribadi dan para jamaah sekalian agar senantiasa bertakwa kepada Allah Ta’ala. Karena takwa merupakan sebaik-baik bekal yang bisa disiapkan seorang muslim untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak. Allah Ta’ala berfirman,
وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
“Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 282)
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa di dalam menuntut ilmu syar’i dan mengajarkannya, keduanya sama-sama memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan agung. Dan keduanya sangatlah penting bagi kehidupan seorang muslim. Dengan kedua hal tersebut, seorang muslim bisa meraih banyak sekali kebaikan dan keutamaan.
Dalam proses menuntut ilmu dan mempelajarinya, Allah Ta’ala memerintahkan Nabi-Nya untuk senantiasa berdoa dan meminta kepada Allah agar diberikan tambahan ilmu. Allah Ta’ala tidak pernah memerintahkan Nabi-Nya untuk meminta diberikan kelebihan sesuatu, kecuali ilmu syar’i. Sungguh, hal ini menunjukkan bahwa ilmu harus diutamakan dari yang lainnya. Allah Ta’ala berfirman,