Ceramah tentang Keistimewaan Bulan Muharram Beserta Contoh Strukturnya
"الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ ، وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ"
"Sesungguhnya zaman berputar sebagaimana ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun ada dua belas bulan. Diantaranya ada empat bulan haram (suci), tiga bulan berurutan: Dzul Qo'dah, Dzulhijjah, dan Muharram, kemudian bulan Rajab suku Mudhar, antara Jumadi Tsani dan Sya'ban." (HR. Al Bukhari & Muslim)
Bulan Muharram disebut sebagai bulan Allah. Mengapa Muharram dianggap sebagai bulan yang dimiliki oleh Allah? Padahal, Muharram memiliki keutamaan yang sama atau bahkan lebih sedikit dibandingkan bulan Ramadhan.
Menurut Syekh Jalalauddin As-Suyuthi, keistimewaan bulan Muharram terletak pada namanya yang islami, berbeda dengan nama-nama bulan hijriah lainnya.
Sebelumnya, nama-nama bulan dalam kalender hijriah digunakan pada masa jahiliah sebelum Islam datang. Muharram sendiri dulunya bernama Shafar Awwal, sedangkan bulan setelah Muharram dinamai Shafar Tsani.