Ceramah Ramadhan Hari ke-17: Makna Nuzulul Qur'an dan Pentingnya Tadabbur Al-Qur'an
Sebagian orang mengaitkan tanggal 17 Ramadan sebagai hari turunnya Al-Qur'an. Namun berdasarkan dalil-dalil di atas, klaim ini tidak memiliki dasar yang kuat karena Lailatul Qadar terjadi di sepuluh malam terakhir Ramadan. Selain itu, perayaan Nuzulul Qur'an tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maupun para sahabatnya.
Para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengatakan:
لَوْ كَانَ خَيْرًا لَسَبَقُونَا إِلَيْهِ
Artinya: "Seandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya."
(Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 6:622).
Allah SWT menjelaskan tujuan utama diturunkannya Al-Qur’an dalam firman-Nya:
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
Artinya: "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran."