Cara Membersihkan Najis dalam Islam agar Ibadah Diterima Allah
JAKARTA, iNews.id - Cara membersihkan najis perlu diketahui Muslim agar ibadah yang dijalankan baik sholat, membaca Alquran maupun ibadah lainnya diterima Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sebab, salah satu syarat sah dan kunci diterimanya ibadah yakni suci dari najis.
Rasulullah SAW bersabda:
ابْنَ عُمَرَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ وَلَا صَدَقَةٌ مِنْ غُلُولٍ
Ibnu Umar berkata, Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak diterima shalat tanpa bersuci, dan tidak diterima sedekah dari curian (harta ghanimah).” (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah) [No. 224 Syarh Shahih Muslim] Shahih.
Pengertian najis dalam Islam adalah setiap benda yang haram untuk dimakan secara mutlak (kecuali dalam keadaan terpaksa) bukan karena menjijikan. Najis terbagi dalam tiga macam yakni, najis mugholadoh (berat), najis mutawassithah (sedang) dan najis mukhaffafah (ringan).
Berikut tiga golongan najis dalam fikih Islam:
1. Najis Mugholadoh
Najis mugholdoh atau najis berat ini bersumber dari hewan anjing atau babi. Cara menyucikan najis ini adalah dengan membasuh tujuh kali menggunakan air dan cucian yang pertama atau salah satunya menggunakan tanah, debu atau lumpur maupun semacamnya. Cara yang sama dilakukan untuk menyucikan najis yang berasal dari babi.