JAKARTA, iNews.id - Arti Nisfu Syaban beserta dalilnya merupakan topik yang menarik perhatian banyak umat Muslim, terutama menjelang pertengahan bulan Syaban. Malam Nisfu Syaban, yang jatuh pada tanggal 15 bulan Syaban dalam kalender Hijriyah, dipercaya sebagai malam penuh berkah dan ampunan, serta menjadi momen penting untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan.
Apa itu Nisfu Syaban?
Dilansir dari laman Baznas, secara bahasa, Nisfu berarti pertengahan, dan Syaban adalah nama bulan Hijriyah. Jadi, Nisfu Syaban adalah malam ke-15 bulan Syaban, yang dianggap penuh keberkahan, rahmat, dan ampunan, serta sebagai persiapan menuju Ramadhan.
4 Amalan Nisfu Syaban bagi Wanita Haid yang Perlu Diketahui Muslimah
Sejarah Malam Nisfu Syaban
Berdasarkan sumber NU Online, Al-Imam Al-Qasthalani (wafat 923 H) dalam kitabnya Al-Mawahib Al-Laduniyah menjelaskan asal mula peringatan malam Nisfu Syaban:
وقد كان التابعون من أهل الشام، كخالد بن معدان، ومكحول يجتهدون ليلة النصف من شعبان فى العبادة، وعنهم أخذ الناس تعظيمها، ويقال: إنه بلغهم فى ذلك آثار إسرائيلية، فلما اشتهر ذلك عنهم اختلف الناس، فمنهم من قبله منهم، وقد أنكر ذلك أكثر العلماء من أهل الحجاز، منهم عطاء، وابن أبى مليكة، ونقله عبد الرحمن بن زيد بن أسلم عن فقهاء أهل المدينة، وهو قول أصحاب مالك وغيرهم، وقالوا: ذلك كله بدعة
7 Amalan Nisfu Syaban bagi Umat Islam, Waktu Mustajab Berdoa
Artinya: "Tabi'in tanah Syam seperti Khalid bin Ma'dan dan Makhul, mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam Nisfu Sya'ban. Nah dari mereka inilah orang-orang kemudian ikut mengagungkan malam Nisfu Sya'ban. Dikatakan, bahwa telah sampai kepada mereka atsar israiliyat (kabar atau cerita yang bersumber dari ahli kitab, Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam) tentang hal tersebut. Kemudian ketika perayaan malam Nisfu Syaban viral, orang-orang berbeda pandangan menanggapinya. Sebagian menerima, dan sebagian lain mengingkarinya. Mereka yang mengingkari adalah mayoritas ulama Hijaz, termasuk dari mereka Atha' dan Ibnu Abi Malikah. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari kalangan fuqaha' Madinah menukil pendapat bahwa perayaan malam Nisfu Syaban seluruhnya adalah bid'ah. Ini juga merupakan pendapat Ashab Maliki dan ulama selainnya.