Arti Masyaallah Tabarakallah, Diucapkan Ketika Melihat dan Mendengar Keajaiban
“Dan mereka memikir-mikir tentang penciptaan langit dan bumi, lalu berkata: “Wahai Tuhan kami, Engkau tidak ciptakan ini dengan batil (tanpa makna), Maha Suci Engkau, maka lindungilah kami dari api neraka”, (QS. Ali Imran:191).
Kata “masyaallah” (ما شَاءَ اللّه) itu sejatinya bukan ungkapan keprihatinan atas sesuatu yang tidak menyenangkan seperti kebiasaan kita, tetapi sebaliknya justru ungkapan kekaguman terhadap sesuatu. Coba simak ayat berikut:
«وَلَوۡلَاۤ إِذۡ دَخَلۡتَ جَنَّتَكَ قُلۡتَ مَا شَاۤءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِۚ»
“Mengapa ketika engkau masuk ke kebunmu engkau tidak mengucapkan “Masyaallah, la haula wala quwwata illa billah?” (QS. Al-Kahfi: 39).
Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam karya tafsirnya meriwayatkan bahwa sebagian ulama salaf berkata: “Barangsiapa yang merasa kagum pada sesuatu, misalnya keadaan dirinya sendiri, hartanya atau anaknya, maka hendaklah ia berkata: “Masyaallah, la haula wala quwwata illa billah“. Hal ini, menurut Ibn Katsir, mengacu kepada ayat di atas.