Arti Masyaallah Tabarakallah, Diucapkan Ketika Melihat dan Mendengar Keajaiban
عَلامَ يَقتُلُ أحدُكم أخاه؟ هَلاَّ إذا رأيتَ ما يُعجبك بَرَّكتَ.
“Kenapa salah seorang dari kalian membunuh saudaranya? Coba ketika engkau melihat sesuatu yang menakjubkanmu engkau tabrik dia” (HR. Ahmad dari Abu Umamah radhiyallahu anhu).
Dalam hadits lain disebutkan:
عَنِ الْحَسَنِ، عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍ، قَالَ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَا أُنْشِدُكَ مَحَامِدَ حَمِدْتُ بِهَا رَبِّي، تَبَارَكَ وَتَعَالَى؟ فَقَالَ: "أَمَا إِنَّ رَبَّكَ يُحِبُّ الْحَمْدَ"
Dari Al Hasan, dari Aswad bin Sari', ia berkata, Aku berkata, "Wahai Rasulullah, aku menyumpahmu dengan pujian-pujian yang dengannya aku memuji Tuhanku Tabaraka wa Ta'ala." Maka beliau berkata, "Sesungguhnya Tuhanmu mencintai hamdalah (pujian)."
Adapun rasa takjub kepada salah satu ciptaan Allah, misalnya pemandangan alam yang indah, burung yang cantik atau seekor binatang yang menggemaskan, maka yang layak diungkapkan di sini adalah “subhanallah”. Perhatikan ayat berikut:
«… وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً، سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ» [آل عمران:١٩١].