Cara Sholat Jamak Takhir Maghrib dan Isya, Bacaan Niat, Hukum, Syarat
"Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka duduk, jika tidak mampu maka sambil berbaring” (HR. Bukhari)."
Hadits ini sebenarnya menunjukkan bahwa sholat boleh dilakukan dalam keadaan duduk jika tidak mampu berdiri, atau berbaring jika tidak mampu duduk. Bagi penduduk Makkah, maka wajib menghadap ke arah ka’bah. Adapun bagi penduduk luar Makkah, cukup mengarah ke arah kota Makkah atau kiblat.
3. Takbiratul ihram
Berikutnya adalah mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan "Allahu akbar" dengan suara yang minimal dapat didengar diri sendiri. Tidak dianggap sah sholat, apabila tanpa Takbiratul ihram.
Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
"Jika engkau hendak shalat, ambilah wudhu lalu menghadap kiblat dan bertakbirlah" (HR. Bukhari-Muslim). Tangan diangkat sampai setinggi pundak (sebagaimana hadits riwayat Ahmad (shahih)) atau pangkal telinga (sebagaimana hadits riwayat Muslim.
4. Membaca surat Al-Fatihah
Rukun berikutnya adalah membaca Al Fatihah. Tidak sah shalat apabila tanpa membaca Al Fatihah. Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda: