12 Istri Nabi Muhammad SAW, Profil, Kepribadian dan Perjuangannya dalam Islam
Ummu Hafsah mendapat kehormatan sebagai Ummul Mu'minin, karena menjadi suri tauladannya bagi kaum mu’minin tentang imannya, ibadahnya dan lagi hafal kitab suci Al- Qur’an serta pandai menulis dan membacanya.
Ummu Hafsah wafat dalam bulan Sya’ban pada tahun 45 H dan beliau menutup usianya di Madinah.
5. Zainab binti Khuzsinah
Istri Nabi Muhammad SAW kelima yakni Zainab binti Khuzsinah
Dia adalah seorang wanita yang sudah terkenal sejak zaman Jahiliyah tentang sifat- sitatnya yang baik, penyayang dan penghibah kepada fakir miskin, sehingga beliau digelar Ummahatul Mu'minin.
Siti Zainab ditinggalkan menjanda yang pada saat itu sanak keluarganya belum ada yang memeluk agama Islam. Penderitaan Zainab diketahui oleh Nabi, maka Nabi merasa kasihan terhadapnya karena mengingat jasa suaminya dalam peperangan, yang sangat teguh menegakkan agama (kalimat Allah), maka tergeraklah hati Nabi dengan niat suci untuk mengambil menjadi istrinya.
Sejarah menjelaskan, bahwa perkawinan Zainab dengan Rasulullah SAW, dan hidupnya tidak lama. Siti Zainab adalah turunan bangsawan, beliaulah isteri yang mula-mula menyusul Rasulullah saw ke alam Baqa.
6. Ummu Salamah
Istri Nabi Muhammad SAW keenam yakni Ummu Salamah. Dia dinikahi oleh Rasulullah saw, karena pada waktu perang Uhud suaminya menderita luka-luka sampai meninggal, maka Nabi saw, bertindak untuk melindunginya dan mengurus anakanaknya. Dan beliau wafat pada tahun 20 H, dan berumur 65 tahun, beliaulah yang kedua di antara para isteri Nabi saw yang menyusul ke alam Baqa.
7. Zainab Binti Jahasy
Zainab binti Jahasy merupakan istri Nabi Muhammad SAW ketujuh. Sesungguhnya Zainab kawin dengan Nabi adalah suatu perkawinan dengan perintah llahi. Di dalam hati Nabi melihat puteri yang dipaksa kawin dengan seorang yang tidak disenanginya. Demi untuk memenuhi perintah Allah, beliau ingin mengobati hatinya.