Ikke Nurjanah Kaget Royalti Dangdut Turun Drastis dari Rp1,5 Miliar Jadi Rp25 Juta
Ikke menilai persoalan transparansi menjadi hal yang sangat penting dalam pengelolaan royalti. Dia berharap LMKN dapat memberikan penjelasan terbuka terkait skema pembagian tersebut.
"Masalah transparansi juga menjadi catatan. Kami belum mendapatkan transparansi tersebut. Kami ingin berprasangka baik, mungkin mereka akan memberi penjelasan, tapi ini sudah masuk tahun 2025 dan belum ada sama sekali, serta kami tidak pernah diajak berdiskusi," kata Ikke.
Menteri Hukum dan Musisi Diskusi soal Royalti Musik di Kampus UI
Lebih lanjut, Ikke mengungkapkan ARDI telah menyampaikan sikap resmi terkait besaran royalti tersebut. Mereka bahkan telah mengirimkan surat penolakan kepada LMKN. "Rp25 juta itu kami melakukan surat penolakan," ujar dia.
Ikke juga mengaku sebelumnya sudah mencoba membuka komunikasi secara langsung dengan pihak LMKN untuk mencari solusi bersama. Namun hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil yang jelas.
"Makanya sampai sekarang kita juga ini maunya gimana ya? Dan setiap habis bertemu, kita ajak ngobrol, kita kasih masukan atau saling koreksi, tapi enggak ada kelanjutannya," kata Ikke.
"Jadi hanya sebatas verbal, tapi secara teknis tidak pernah ada pembahasan lanjutan. Pokoknya keputusannya begini, terima," ucapnya.
Di akhir pernyataannya, Ikke berharap persoalan ini dapat segera mendapat respons dari LMKN. Dia menegaskan pihaknya terbuka untuk berdialog agar polemik terkait royalti tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
"Padahal kita sangat terbuka karena tidak ingin ribut. Uangnya ada, datanya ada, kita juga ada, ya ngobrol lah. Kenapa jadi kita di sana, kamu di sini," kata Ikke.
Editor: Dani M Dahwilani