Alasan Rueibin Chen Pilih Brahms untuk Konser di Jakarta 20 Juni 2026, Punya Kedekatan Emosional
"Wah, ini impian saya. Saya sendiri sudah merantau dari kampung halaman sejak usia 13 tahun. Saya juga berasal dari Asia, dan sekarang saya melihat kesempatan yang sangat bagus di sini," katanya.
Chen juga mengaku terkesan dengan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap musik klasik. Menurut dia, para penonton di Tanah Air memiliki standar yang tinggi dan mampu menikmati karya-karya musik klasik dengan baik.
"Saya merasa musik klasik punya peran yang sangat penting bagi semua orang di sini. Saya rasa audiens di sini punya standar yang sangat tinggi," ujarnya.
Dalam konser mendatang, Chen akan menghadirkan interpretasi mendalam terhadap karya Brahms yang dikenal memadukan semangat muda, refleksi filosofis, dan karakter heroik. Penampilannya tidak hanya menonjolkan kemampuan teknis bermain piano, tetapi juga kekuatan ekspresi dan penghayatan emosional yang menjadi ciri khasnya.
Sejak kecil, Chen tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan tradisi musik Jerman-Austria. Pengalaman panjangnya bermusik di Eropa, termasuk di Wina, membuatnya dikenal sebagai salah satu pianis keturunan Tionghoa yang mampu merepresentasikan karakter musik Jerman-Austria secara autentik di panggung internasional.
Usai konser di Jakarta, Chen akan melanjutkan rangkaian tur konsernya ke sejumlah negara Asia sebelum memulai tur besar di Amerika Serikat pada tahun mendatang. Kehadirannya di Indonesia pun menjadi kesempatan langka bagi pencinta musik klasik untuk menyaksikan langsung interpretasi seorang maestro terhadap salah satu karya terbesar Brahms.
Editor: Muhammad Sukardi