Waspada! Komplikasi Diabetes Ini Diam-Diam Bisa Sebabkan Kebutaan
"Di antara mereka, sekitar 5,2 juta mengalami retinopati diabetik, dan sekitar 1,2 juta membutuhkan tindakan, baik laser, injeksi, bahkan operasi," ungkap Prof. Bayu.
Data tersebut menunjukkan retinopati diabetik bukan lagi komplikasi yang jarang terjadi, melainkan menjadi salah satu tantangan besar dalam penanganan diabetes di Indonesia.
Prof. Bayu menekankan bahwa retinopati diabetik pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan keluhan. Oleh karena itu, penyandang diabetes tidak boleh menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan mata.
Menurutnya, pemeriksaan retina secara berkala memungkinkan dokter menemukan kerusakan sejak stadium ringan sehingga pengobatan dapat segera diberikan untuk mencegah penurunan penglihatan.
"Sampai satu titik, penderita diabetes pasti akan muncul tanda retinopati. Kalau terdeteksi sejak ringan, penglihatan masih bisa dipertahankan. Tapi kalau tidak dimanajemen dengan baik, progresnya cepat hingga gangguan penglihatan berat bahkan buta," pungkasnya.
Editor: Muhammad Sukardi