Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemendikti Segera Koordinasi dengan Aparat Hukum soal Pemalsuan Riset, Harap Pelaku Ditindak
Advertisement . Scroll to see content

Waspada 1 dari 10 Orang di Dunia Hidup dengan Diabetes, Begini Penjelasan Para Ahli

Minggu, 12 Desember 2021 - 18:16:00 WIB
Waspada 1 dari 10 Orang di Dunia Hidup dengan Diabetes, Begini Penjelasan Para Ahli
Ilustrasi diabetes yang diderita 1 di antara 10 orang di dunia. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

Terkait dengan diabetes, Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PB PERKENI), Prof Dr dr Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD mengatakan, jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat dari 10,7 juta pada 2019 menjadi 19,5 juta pada 2021. 

"Tahun ini, Indonesia menduduki peringkat kelima dengan jumlah penderita diabetes terbanyak di dunia, naik dari peringkat ketujuh di 2019. Peningkatan ini sangatlah memprihatinkan," kata dr. Ketut, dalam siaran pers yang diterima iNews.id  (12/12/2021). 

Jumlah orang dengan diabetes di Indonesia mencapai 19,5 juta. Mirisnya, diperkirakan hanya 2 juta orang saja yang telah terdiagnosis dan mendapatkan pengobatan.

Sementara selain Yesiska Kristina Hartanti, ada empat peneliti muda lain yang juga peduli pada kesehatan masyarakat di tengah pandemi berhasil meraih penghargaan Merck Young Scientist Award 2021. Diketahui Merck Young Scientist Award merupakan program yang dapat diikuti oleh para mahasiswa dan ilmuwan muda maupun profesional yang bekerja di lembaga penelitian negara, swasta, ataupun rumah sakit.  

"Khusus di tengah pandemi ini Merck  berkomitmen mendukung dan mendorong para peneliti muda untuk melakukan riset dan menciptakan terobosan baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat,” kata Christopher Thomas, Presiden Direktur PT Merck Chemicals and Life Science. 

Adapun keempat peneliti lainnya adalah Athanasia Amanda Septevani sebagai pemenang pertama dengan risetnya berjudul “Advancement of Green Biorefinery: Lignin Derived from Biomass Black Liquor Sludge towards Eco-Friendly and High-Performance of Flame Retardant”, Pietradewi Hartrianti, S Farm, MFarm pemenang kedua dengan risetnya berjudul “Self-Healing Properties of Keratin Composite Hydrogels and Their Prospect as Bio-ink for 3D-Printed Organoid Model.

Para peneliti yang meraih Merck Young Awards 2021, salah satunya Yesiska Kristina. (Foto: istimewa)
Para peneliti yang meraih Merck Young Awards 2021, salah satunya Yesiska Kristina. (Foto: istimewa)

Peneliti Andri Hardiansyah, ST, MT, PhD berhasil meraih pemenang ketiga dengan risetnya berjudul “Facile and Green Synthesis of Hydrogels of Graphene/Polymer for Tissue Engineering and Drug Delivery Applications: Evaluation of Chemical Interaction, Structure, Cellular In Vitro Study and Response to The External Stimuli, dan Febri Wulandari, S Farm pemenang keempat dengan risetnya berjudul “Estimating The Anti-Proliferative Effects of A New Monocarbonyl Curcumin Analog with Fluor Substituent, FCCA-1, in Combination with Doxorubicin.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut