Tukul Arwana Pendarahan Otak, Kenali Gejalanya Berawal dari Nyeri Sekitar Mata
Lantas, apa penyebab dan gejala terjadinya pendarahan otak? Berikut ulasannya dirangkum pada Jumat (24/9/2021).
Kepala Bedah Saraf Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), dr. Abrar Arham mengatakan, Aneurisma otak dapat terjadi pada siapa saja, dan umumnya sebelum pecah aneurisma tidak bergejala, sehingga dianjurkan untuk melakukan brain check- up secara rutin," ujar dr. Abrar melalui keterangan virtualnya belum lama ini.
"Aneurisma otak memiliki dampak besar. Memang tidak selalu berujung pada kematian. Namun, kualitas hidup penderitanya juga menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga. Kecacatan, perawatan, tenaga, dan biaya besar menjadi faktor penting yang perlu dipahami oleh penderita aneurisma otak," kata dia.
Dia menjelaskan, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), saat ini menangani kurang lebih 100 kasus aneurisma otak setiap tahunnya. Penanganan kasus aneurisma otak membutuhkan kolaborasi multidisiplin melibatkan dokter bedah saraf, neurointervensionist, neurologist, intensivist, dan lain sebagainya.
"Di samping itu, diperlukan berbagai peralatan dan fasilitas penunjang yang memadai dan mutakhir agar kita dapat menangani kasus aneurisma otak dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik,” ujar dr Abrar.
Penanganan aneurisma, lanjutnya, dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain operasi bedah mikro (clipping aneurisma) atau dengan teknik minimal invasif endovaskular (coiling aneurisma). Untuk mengevaluasi secara detail kelainan pembuluh darah otak ini, dibutuhkan pemeriksaan DSA (Digital Subtraction Angiography), yang hasilnya dapat membantu menentukan jenis terapi terbaik untuk menangani kasus aneurisma.